0


AIR PUTIH


Ada satu pertanyaan yang masuk ke mailbox saya, yaitu "Mengapa harus minum air putih banyak-banyak?"

Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan", tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.

Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah :

Otak dan Darah. !!

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%,

Sementara darah memiliki Komponen air 95%.

Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.

Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi.

Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...?

Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak...?

Belum sampai segitunya (wihh...bayangkan otak kering gimana jadinya...),

Melainkan dari sumber terdekat : Darah!

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental.

Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer.

Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah)

Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah.

Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ` kan...?

Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya... (ya wajarlah namanya juga kurang makan...)

Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental... ), maka serangan stroke bisa lebih lekas datang

Sekarang tinggal anda pilih: melakukan "investasi " dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke.

Anda yang pilih...!

SILAKAN DI BAGIKAN / SHARE

Dikirim pada 27 Mei 2013 di Catatan Harian


KISAH NYATA ISTRIKU SAYANG
kasian istri saya, dia masih bingung, sedih, marah, benci, takut dll. sampai saya fublikasikan kisah sedihnya ke forum ini, dengan maksud untuk berbagi dan bisa mengambil sikap terbaik yang harus saya/istri lakukan.
Dia adalah anak angkat dari seorang ibu angkat yang tidak lain adalah kakak dari ayah kandungnya. konon, ketika dia dilahirkan melalui operasi caesar, sang ibu kondisinya sangat lemah dan sang ayah tidak mampu mengurusi jabangbayi (termasuk biaya persalinan). kemudian sang anak diserahkan (diadopsi) oleh kakak kandungnya si ayah yang kebetulan belum dikaruniai anak dengan syarat seluruh biaya dari mulai persalinan dll ditanggung oleh sang kakak. dan sibayipun di adopsi oleh kakaknya.
ironisnya, kedua orang tua kandung tersebut, tak pernah memberi perhatian baik lahir/batin, kasih sayang apalgi materi. entahlah....hingga si anak tumbuh dibawah asuhan sang kakak.
ketika istri saya berusia 5 tahun, ayah angkatnya (kakak kandung ayahnya) meninggal dunia karena sakit, tidak ada harta warisan yang ditinggalkan kecuali bangunan rumah tempat tinggal yang merupakan harta bersama, itupun sebagian besar milik ibu angkat (harta warisan dari orangtuanya).
istri saya pun tumbuh besar sampai dewasa dibawah asuhan kasih sayang ibu angkatnya. dan selama itu pula orangtua kandungnya tidak peduli dengan nasib anak kandungnya sendri.
yang diasuh oleh seorang janda yang sudah tua renta.
hari ini, setelah sianak malang tersebut saya nikahi, dan tentunya yang menjadi wali adalah ayah kandungnya.
tiba-tiba si ayah kandung tersebut, menggugat warisan harta bersama peninggalan kakak kandungnya... memang benar dalam Islam berlaku hukum waris, jika seseorang meninggal dan tidak memiliki anak kandung, maka saudara sekandungnya mendapat harta warisan tersebut.
alasan ibu angkat tidak membagikan harta tersebut karena memang dari suaminya tidak meninggalkan perusahaan atau sesuatu jaminan untuk membiayai anak angkatnya.
dan subhanalloh, sang ibu angkat, karena tidak memiliki anak, ia segera mengambil keputusan untuk menghibahkan seluruh hartanya kepada anak angkatnya (istri saya).
meskipun ayah kandungnya tahu kalo harta ibu angkatnya sudah di hibahkan kepada istri saya (anak kandungnya sendiri) ia bukannya berterima kasih kepada ibu angkat yang telah mengurusi anaknya sejak lahir sampai dewasa, malah menggugat, meminta bagian.
akhirnya dengan cara damai, saya sebagai suami sekaligus kepala keluarga, menempuh jalan kekeluargaan, si ayah kandung mendapat bagian dari harta warisan kakak kandungnya tersebut setelah dipisahkan dari harta istrinya.
yang membuat saya/istri saya bingung, harta warisan itu ada pada rumah tempat tinggal yang saya/istri saya dan ibu angkat tempati, dia (ayah kandungnya) meminta segera dijual/ diganti dengan uang sebesar 20 juta.
kesimpulan :
ibu angkat istri saya sudah tidak punya apa2 lagi karena seluruh hartanya di hibahkan kepada anak angkatnya (istri saya)
dia telah mengasuh, mendidik, membesarkan dengan segala jerih payahnya dan kasih sayangnya, dan memberikan seluruh harta bendanya untuk istri saya.
orangtua kandung istri saya tidak pernah memberikan kasihsayang/perhatian lahir maupun batin.
orangtua kandung bahkan meminta haknya (waris) bukannya berterimakasih, apalagi mau memberikan harta peninggalan kakaknya itu kepada anaknya sendiri.
orangtua kandung sampai saat ini terus meneror anak kandungnya supaya uang 20 jt segera dibayarkan,
dan sekarang istri saya sering menangis, bukan karena uang yang 20 juta, karena saya/istri sudah berusaha untuk membayarnya walaupun dengan cara dicicil. tapi
INIKAH SIKAP ORANGTUA TERHADAP ANAK KANDUNGNYA SENDIRI?
mohon pandangannya agar saya bisa mengambil sikap positif

Dikirim pada 12 Mei 2013 di Catatan Harian

Clay


Sebuah istilah yang agak asing bagi kebanyakan orang. Sebenarnya istilah clay berasal dari seni kerajinan keramik. Sebutan clay diperuntukkan bagi bahan keramik siap pakai berupa tanah liat yang telah melalui proses pengolahan sehingga memiliki sifat liat/lentur serta mudah dibentuk. Bahkan tanah liat bahan keramik siap pakai ini juga diperjualbelikan di sentra-sentra industri keramik dalam bentuk bulat seperti bola dengan berat tertentu yang disebut ball clay.
Karena telah menjadi salah satu mata dagangan clay mulai dikenal masyarakat. Banyak sekolah yang memanfaatkan clay sebagai media pembelajaran bagi siswanya. Ball clay menjadi semakin dibutuhkan, karena sifat ball clay yang mudah dibentuk menjadikannya sebagai alternatif media melatih daya kreatifitas anak yang fleksibel. Sebagai media pembelajaran kreatifitas ball clay memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Ball Clay yang dapat dibeli sentra industri keramik umumnya sudah dibersihkan dari material-material yang dapat mengganggu proses berlatih kreatif. Bentuk ball clay yang bulat memudahkan mobilisasi bahan tersebut ke berbagai tempat. Kadar air dalam ball clay biasanya sudah dikondisikan siap pakai artinya tidak terlalu lembek atau keras. Namun ball clay juga memiliki kelemahan yaitu bagi pelajar terutama siswa perempuan umumnya tekstur ball clay ini masih dianggap kotor bahkan kadang dianggap menjijikkan. Mengakibatkan kotor pada tangan, pakaian, serta tempat kerja. Selain itu ball clay karena memang berbahan tanah liat kebanyakan hanya berwarna seperti warna tanah liat dan tidak disetiap daerah terdapat sentra pengrajin keramik. Melihat kelebihan dan kekurangan ball clay, para seniman dan penghobi kerajinan
berbahan ball clay mulai mencoba mencari alternatif bahan selain ball clay. Bahan tersebut harus memiliki sifat seperti ball clay namun tidak banyak menimbulkan kotor serta warna yang lebih kaya. Sering dengan ditemukannya lilin/malam/plastisin sebagai media berkreasi, mulailah ditemukan ball clay dengan warna yang lebih cerah yaitu ball clay yang dibentuk dari tanah dari berbagai daerah yang memiliki warna tanah yang berbeda pula. Ada tanah liatyang berwarna putih, merah, coklat, hijau kecoklatan, hingga yang berwarna coklat kehitaman. Berdasarkan pemikiran ingin mendapatkan ball clay yang lebih mudah didapatkan serta mudah dikombinasikan dengan berbagai warna yang lebih menarik, maka mulailah dilakukan pembentukan clay tiruan. Clay mulai dibentuk dari bahan selain tanah liat misalnya : serbuk kayu, tepung, bubur kertas, serbuk limbah organik maupun anorganik lainnya. Dari sini mulai muncul berbagai macam clay yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Clay dari serbuk kayu memiliki sifat kurang liat serta tekstur yang agak kasar dan jika mengering agak ringan. Cocok untuk benda-benda pajangan yang digantung dan bertekstur kasar. Sedangkan Clay dari tepung dibuat dengan berbagai kombinasi tepung. Salah satu clay tepung dibuat dari kombinasi tepung terigu, tepung beras, dan tepung tapioka. Ada juga yang dibuat dengan tepung jagung/maezena yang dikenal dengan istilah corn craft. Clay dari kombinasi tepung terigu, tepung beras, dan tapioka dan tepung-tepung yang lain dibuat dengan memanfaatkan kelebihan dan kekurangan setiap jenis tepung Misalnya tepung terigu memiliki kelebihan menghasilkan adonan yang lentur, kelemahannya adonan terigu sering kali berongga/ berlapis-lapis serta warnanya yang kurang cerah sehingga agak sulit untuk memncapai bentuk clay yang halus. Tepung beras menghasilkan clay yang bila mengering relatif keras, tetapi kurang lentur. Tepung Tapioka menghasilkan adonan yang cerah/putih bersih tetapi kurang plastis/cenderung lengket ditangan. Tepung jagung/maezena menghasilkan clay yang halus namun harganya relatif mahal dibanding tepung yang lain.

A. Ball Clay
Tanah liat bahan ball clay dipilih dari jenis tanah tertentu yang memiliki daya elastis yang baik. Tidak disemua tempat terdapat tanah liat yang baik untuk dijadikan ball clay, oleh karena itu hanya didaerah tertentu pula terdapat sentra engrajin keramik/gerabah. Tanah liat yang dipakai minimal merupakan tanah lempung yang dicampur pasir untukmengurangi penyusutan saat dikeringkan dan dibakar. Bahkan untuk mendapatkan ball clay yang lebih baik (liat,daya susutnya rendah, warnanya cerah, dan tidak mudah retak ketika dibakar) terkadang ditambahkan bahan yang berasal dari tanah / batuan tertentu misal tanah kaolin/tanah putih. Proses pengolahan tanah bahan keramik melalui dua cara : cara kering dan cara basah. Tanah dari hasil galian dijemur sampai benar-benar kering, kemudian dihancurkan dengan cara ditumbuk. Setelah hancur tanah disaring dengan saringan/ayakan dengan kerapatan(Mesh)
tertentu agar dihasilkan tanah liat yang bebas dari kotoran dan kerikil yang dapat mengganggu proses pembentukan keramik. Langkah selanjutnya adalah menambahkan pasir dan bahan lain misal kaolin yang dilanjutkan dengan menambahkan air secukupnya. Untuk menghasilkan clay yang baik tanah liat yang sudah tercampur air tadi diolah hingga menjadi liat dan mudah dibentuk.
Untuk memudahkan mobilitas dan penyimpanan biasanya dibentuk menjadi bola-bola dengan ukuran tertentu. Selain cara di atas, tanah yang didapat dari alam juga dapat diolah dengan cara basah. Pengolahan tanah dengan teknik basah dilakukan diawali dengan merendam tanah selama minimal sehari semalam. Dengan direndam diharapkan tanah menjadi hancur dan lunak sambil sesekali diaduk untuk memberi kesempatan kotoran keluar dan gelembung-gelembung udara keluar dari tanah. Selanjutnya kotoran-kotoran yang mengambang diambil. Rendaman tanah liat diaduk kemudian disaring sehingga kotoran dan kerikil dapat terpisah dari tanah liat. Tanah liat yang telah disaring ditambah sedikit pasir untuk mengurangi daya susut saat dikering dan dijenur untuk mengurangi kadar air. Dapat juga untuk mempercepat pengeluaran kadar airnya tanah liat diletakkan diatas balok gips. Ketika kadar air dirasa cukup (Tanah plastis dan liat) tanah dimasukkan kedalam alat pengepres (pugmill) dan selanjutnya dibentuk menjadi seperti bola-bola agar mudah dipindah-pindahkan dan disimpan.

B. Clay dari tepung
Clay dari tepung dapat dibuat dari kombinasi 3 macam tepung yaitu : tepung terigu, tepung beras, dan tepung tapioka. Bahan pelengkapnya adalah lem kayu maksimal 500 gram untuk tepung total seberat 1 kg, benzoat sebagai pengawet/ agar tidak cepat berjamur, tawas untukmencegah bau. Siapkan tiga macam tepung hingga seberat 1 kg kemudian taburkan tawas dan benzoat. Tambahkan lem kayu ditengah-tengahtepung dan balut lem dengan tepung. Sebaiknya lem tidak menempel langsung pada tempat/ wadah. Tekan-tekan adonan hingga lem dan tepung tercampur rata. Jika terlalu keras tambahkan sedikit air untuk mencapai adonan yang plastis. Sebaiknya lem yang digunakan dimulai dari 30 % nya. Clay tepung yang sudah jadi dibagi-bagi dalam beberapa bagian untuk selanjutnya diberi pewarna. Gunakan pewarna kue cair dengan cara adoman pipihkan dan bentuk seperti mangkok lalu oleskan pewarna dan tekan-tekan hingga pewarna merata. Jika warna yang dikehendaki belum tercapai dapat ditambah pewarna sampai mencapai warna yang diinginkan. Clay yang baik akan mudah dibentuk dan tidak retak-retak ketika dikeringkan serta warnanya tetap cerah ketika sudah
mengering.

C. Clay dari Tepung Jagung / Maezena (Corn Craft)
Corn craft atau clay dari tepung jagung dapat dibuat dari tepung maezena yang dibuat sendiri maupun dibeli dari toko bahan kue. Contoh resep pembuatan clay maezena :
· 1000 gram maezena
· 600 gram lem kayu
· 500 gram air
· 25 gram minyak goreng

Cara membuat adonan :
1 . Semua bahan dicampur jadi satu dalam wadah plastik (ember) dan diaduk hingga merata.
2. Setelah adonan merata, baru diberi pewarna sesuai dengan warna yang diinginkan.
3. Pemberian warna dilakukan setetes demi setetes hingga warna yang dikehendaki terbentuk. Khusus untuk warna merah, biasanya akan semakin merona setelah disimpan selama 24jam.
4. Pemberian warna sebaiknya 1 tingkat di bawah warna yang diinginkan karena pada saat
produk dikeringkan, warna yang terbentuk akan meningkat1 tingkat (menjadi lebih gelap atau merona).

Teknik pembentukan Clay
1. Teknik Pembentukan Ball Clay (Keramik)
a. Teknik Pitching : Merupakan teknik pembentukan dengan tangan langsung dengan cara menekan-nekan adonan menjadi bentuk yang diinginkan. Untuk membuat detil karya kadang diperlukan alat bantu misal pisau palet atau alat buatan sendiri dari bahan kayu, logam, maupun plastik.
b. Teknik Putar ; dibagi dua teknik putar manual dan teknik putaran mesin. Teknik putaran manual dibagi dua yaitu teknik putaran tangan dan teknik putaran kaki. Teknik putaran kaki dibagi dua yaitu putaran dengan pemberat dan putaran dengan gaya pegas ( dari bambu lentur/per).
c. Teknik Pilin ; yaitu membentuk keramik dengan membuat adonan menjadi pilinan terlebih dahulu kemudian disusun sehingga membentuk benda. Bagian bawah dibuatkan alas rata serta bagian dalam dikuatkan dengan adonan yang lebih lunak.
d. Teknik Slab ; Yaitu pembentukan keramik dengan terlebih dahulu memotong tipis-tipis adonan atau menggilas adonan sehingga menjadi tipis-tipis untuk kemudian dipotongpotong sesuai pola. Pola yang sudah terpotong dirangkai dengan mengkasarkan bagian yang akan disambung dan diberi sedikit adonan lunak kemudian sementara ditahan misal dengan diikat karet. Teknik Slab menghasilkan benda-benda berbentuk persegi.
e. Teknik Cetak ; dibagi menjadi dua yaitu cetak tuang dan cetak tekan. Teknik Cetak tuang dilakukan dengan memperbanyak air pada adonan clay sehingga menyerupai bubur encer kemudian dituangkan pada cetakan yang dibuat dari bahan Gips. Sifat gips yang cepat menyerap air inilah yang dimanfaatkan untuk menghasilkan ketebalan
badan keramik yang dapat terlihat langsung perbedaan bubur clay yang airnya belum terserap dan yang sudah terserap. Bubur clay yang airnya belum terserap cetakan dituangkan kembali ke wadah sehingga yang tersisa hanya bubur clay yang airnya telah terserap. Sebelum digunakan untuk mencetak cetakan keramik terlebih dahulu ditaburi
talc dengan maksud agar mudah mengeluarkan keramik dari cetakan. Cetak Tekan dilaksanakan dengan cara terlebih dahulu membentuk adonan clay padat menjadi lempengan / lembaran tipis. Kemudian lembaran clay tipis tersebut diletakkan pada cetakan dan ditekan-tekan sehingga seluruh permukaan cetakan tertempel clay.
Dengan teknik cetak tekan ini proses pengeluaran keramik dari cetakan lebih cepat jika dibandingkan dengan teknik cetak tuang.
untuk lebih jelasnya

silahkan download disini
Download

Dikirim pada 05 April 2011 di Peluang Usaha
31 Mar

1. AMAL APA( Lagu : Sedang apa )
Amal apa. Amal apa,
yang disukai Allah
Bersholatlah, bersholatlah, tepat pada waktunya
Apa lagi, apa lagi, yang disukai Allah
Berbaktilah, berbaktilah pada ibu dan ayah
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Sholawatlah, sholawatlah pada Nabi Muhammad
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Berjuanglah, berjuanglah, berjuang di jalan Allah

2. MARI-MARILAH SHOLAT( Lagu : Naik-naik ke puncak )
Sayang-sayang adikku sayang
Mari-marilah sholat
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Mari-mari, marilah sholat
Lima kali sehari
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi

3. IKRAR KITA(Lagu : Bintang Kecil )
Tuhan kita, Allahu Ar Rohim
Nabi kita, Muhammad Al Amin
Kitab kita, Al Qur’anul Karim
Teman kita, sesama muslimin

4. SANTRI KECIL(Lagu : Bintang Kecil )

Santri kecil di masjid yang indah
Bawa Qur’an dan bawa sajadah
Rajin ngaji dan rajin ngibadah
Pakai peci dan busana muslimah
Santri kecil TPA MTA
Bawa Qiro’aty dan AL Qur’an
Rajin sholat dan rajin mengaji
Sayang kawan tak suka bermusuhan

5. AGAMAKU ISLAM( Lagu : Topi saya bundar )
Agamaku Islam, Islam agamaku
Kalau bukan Islam, bukan agamaku
Tuhan saya Allah, Allah Tuhan saya
Kalau bukan Allah, bukan Tuhan saya
Tuhan saya satu, satu Tuhan saya
Kalau tidak satu, bukan Tuhan saya

Dikirim pada 31 Maret 2011 di Catatan Harian

Pemilihan angka 114 (jumlah surat) pada Kitab Mulia adalah luar biasa. Tidak dapat dipercaya ada manusia abad ke-7 yang mampu memikirkannya. Angka tersebut seperti kupu-kupu dimana sayapnya simetris sempurna, baik jenis warna, pola dan bentuk sayapnya sama. Sayap kiri 114 x 19 dan sayap kanan juga 114 x 19. Sulit dimengerti, ada pelajaran teologis tersusun seperti ini. ”

Minggu, 21 Februari 2010 Klasifikasi:

Rumit Pelajaran sebelumnya telah diketahui, bahwa pemilihan angka 114 sebagai jumlah surat dan 6236 sebagai jumlah ayat al Qur’an, memiliki makna matematis yang luar biasa. Tuhan memilih angka-angka tersebut dengan alasan tertentu. Faktanya, kedua bilangan ersebut, dibuktikan oleh Matematikawan, pemburu angka ajaib, sebagai The Magic Numbers. Karena jika disandingkan dari angka yang paling kecil ke angka yang lebih besar akan menghasilkan “ efek bolak-balik”. Bilangan 1146236 adalah 7 x 13 x 12596 dan jika dibalik dari kanan, 6326411 merupakan 7 x 13 x 69521. Hasilnya efek bolak balik, yaitu 12596 dan 69521.

Pada pelajaran satu dan dua, bilangan 114 dan 6236 membentuk kripto tersendiri, yang menghasilkan pasangan surat 57 surat Homogen dan 57 surat Heterogen, yang dilengkapi sandi dengan bilangan prima angka 19, berlapis. Nah, sekarang ada pertanyaan dari seorang pembaca.

“Apakah angka 114 memiliki keanehan tersendiri dalam matematika?

Jawabnya benar,
ia memilki karakter yang unik dalam matematika. Walaupun sepintas terlihat tidak ada sesuatu yang istimewa, ia bilangan bulat positif biasa, bukan bilangan prima, dan bahkan bukan bilangan ganjil, sebagaimana yang ditunjukkan pada umumnya oleh tradisi Islam.

Dibawah ini beberapa alasan mengapa angka 114 adalah unik dalam matematika, ditemukan oleh para ilmuwan Muslim yang melakukan penelitian Kitab Mulia secara intensif. Pertama, ia membentuk angka yang terdiri dari 6 x 19 dan bilangan prima yang ke-114 adalah 619.

Perhatikan digitnya sama. Kedua, ini yang luar biasa. Nomor surat pada Kitab Mulia dari nomor 1 hingga nomor 114, dapat dipecah menjadi 3 kelompok.




Kelompok pertama,
kita sebut sayap kiri, adalah kelompok dimana nomor suratnya dapat dibagi habis oleh angka 2, tetapi tidak bisa dibagi oleh angka 3. Misalnya nomor surat 2, 4, 8, 10, 14, …112.

kelompok kedua
disebut batang tubuh, adalah kelompok yang nomor suratnya habis dibagi oleh angka 3. Misalnya nomor surat: 3, 6, 9, 12, 15,…… 114.

kelompok ketiga
disebut sayap kanan, kelompok surat dimana nomornya tidak dapat dibagi oleh angka 2 dan 3, atau sisa kelompok 1 dan 2. Misalnya nomor surat :1, 5, 7, 11, 13 ……..113. Masing-masing kelompok ini akan tepat terdiri dari 38 surat, pasti. Tabel lengkap. Nomor surat sayap kiri, 38 surat
bernomor: 2, 4, 8, 10, 14, 16, 20, 22, 26, 28, 32, 39, 38, 40, 44, 46, 50, 52, 56,
58, 62, 64, 68, 70, 74, 76, 80, 82, 86, 88, 92, 94, 98, 100, 104, 106, 110, 112 .

Jumlah bilangannya total
adalah 2.166 atau 114 x 19.

Nomor surat batang tubuh, 38 surat bernomor:
3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36, 39, 42, 45, 48, 51, 54, 57, 60, 63, 66,
69, 72, 75, 78, 81, 84, 87, 90, 93, 96, 99, 102, 105, 108, 111, 114.

Jumlah bilangannya total adalah 2.223 atau 117 x 19. Nomor surat sayap kanan, 38
nomor surat: , 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 25, 29, 31, 35, 37, 41, 43, 47, 49, 53, 55,
59, 61, 65, 67, 71, 73, 77, 79, 83, 85, 89, 91, 97, 95, 101, 103, 107, 109, 113.

Jumlah bilangan adalah
2.166 atau 114 x 19.

Perhatikan ini adalah bentuk serupa dengan kupu-kupu, kedua sayapnya simetris sempurna, sama-sama 114 x 19, batang tubuhnya 117 x 19. Bayangkan, adakah buku teologis atau buku apapun, dalam bahasa apapun yang disusun serupa ini?

Kembali merujuk struktur al Qur ’an dengan keistimewaan angka 114,

kita dapat menjawab,
misalnya mengapa surat al ‘Anfaal (8) dan surat at-Taubah (9) dipisahkan, walaupun tidak ada Basmallah (kalimat pendahulu) pada surat nomor 9.
Sebab salah satu alasan kalau kedua surat tadi digabung, maka Kitab Mulia al Qur ’an hanya terdiri dari 113 surat. Walaupun isi kedua surat tadi, menurut sejumlah Ulama, layak menjadi hanya satu surat.
Bahkan John Wansbrough ahli dunia Timur tahun 1977 dalam bukunya “Quranic Studies” dengan berani menyimpulkan bahwa’ inilah salah satu bukti ketidak sempurnaan susunan isi al Qur ’an”.
Ada dua surat yang isinya “ tepat” saling menyambung tidak digabung menjadi satu surat. Namun sekarang pembaca akan mengetahui, dengan hanya 113, semua kejaiban susunan al Qur’an akan “runtuh”.
Semua bukti otentitasnya dalam bentuk matematis tidak ada. Biar bagaimanapun angkanya harus 114 harus hadir – untuk menunjukkan keindahan mushaf (susunan), “akan menambah keimanan bagi orang-orang yang beriman ”. Sebagaimana firman-Nya dalam surat The Enwrapped (Qs, 74:31) – dan semua berhubungan dengan bilangan prima angka 19, pada akhirnya.

Dikirim pada 04 Maret 2010 di Anekdot


Canda tawa dalam kehidupan pasti akan menenangkan hati kita…
Hati kita pun akan tersenyum..
Namun dikala tangis duka melanda kita…….
Janganlah kita sampai terlalu larut dalam kepedihan itu…
Janganlah tetesan air mata terus mengalir di dalam hati ini…
Karena inilah hidup…
Kehidupan di dunia yang takkan lepas dari pahit manis…
Takkan lepas dari canda tawa…tangis pedih….
Kehidupan dunia yang hanya sekejap mata..
Penuh dengan liku-liku…
Janganlah kita padam dikala liku-liku pahit dan manis menghantam kita…
Ingatlah selalu pada-Nya dikala suka dan duka…
Ya Allah…hamba bersujud pada-Mu
Ya Allah…hamba bersyukur pada-Mu
Atas segala Rahmat, Nikmat dan Karunia yang t’lah Engkau berikan kepada hamba..
Ya Allah…hamba mohon ampun pada-Mu
Atas segala kelalaian hamba terhadap-Mu..
Hari demi hari pun terus berlalu..
Detik demi detik terus berputar..
Seiring berjalannya waktu…… kapanpun..dimanapun dan apapun yang terjadi..
Ingatlah selalu pada-Nya…
Ucapkanlah Asma-asma Allah dengan tulus dan ikhlas di dalam lubuk hati kita……
Hanya karena Allah Yang Maha Esa…Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang…
Yang akan selalu bersama kita,, untuk selamanya..
Dalam kepedihan hati…
Dalam keindahan hati..
Hamba hanya berteduh dan mengeluh pada-Mu..
Hanya Engkaulah yang tahu segalanya…








Wahai Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Jauh sudah kaki ini melangkah
Tak tahu kemana arahnya……
T’lah kumiliki
Rasa indahnya kepedihan hati
Rasa hancurnya harapanku
Jiwaku lemah
Hatiku t’lah rapuh..
Melepas cintaku yang tulus tuk selamanya
Hamba berteduh pada-Mu
Hamba mengeluh pada-Mu
Bimbinglah hamba Ya Allah..
Hanya Engkaulah yang tahu segalanya..
Hamba pasrah Ya Allah..
Hamba terima semua ini…..
Hatiku kan terus mengalir tuk ikhlas atas semua ini….
Semua adalah kehendak-Mu
Inilah kehidupan dunia..hanya sekejap mata…
Takkan lepas dari pahit manis..
Canda tawa…..suka duka…….kan selalu mengiringi kita..
Ya Allah…hapuskanlah kepedihan hati ini..
Jauhkanlah segala penyakit hatiku ini…..
Berilah hamba kesempatan waktu..
Tuk selalu bersujud pada-Mu
Hamba mohon ampun atas segala kegelapan hatiku..kegelapan jalanku..
Tuk kembali pada-Mu……
Tuk menyempurnakan cintaku yang tulus hanya pada-Mu…amiin…
Terangilah jiwa dan hati hamba…..dengan Asma-asma-Mu Ya Allah…
Selayaknya Sang Raja Siang ..
T’lah menerangi dunia di saat Fajar menyingsing…






Kehidupan dunia hanyalah sebuah cerita sekilas..
Hanya sebuah sandiwara..
Hanya sekejap mata..
Kehidupan ini penuh dengan liku-liku..
Takkan lepas dari pahit manis
Tangis dan tawa kan selalu mengiringi kita..
Saat kita terlahir ke dunia
Kita pun telanjang..
Hanya punya jeritan tangis..
Melihat kehidupan dunia ini yang penuh dengan warna warni..
Apakah kita sanggup menempuhnya..
Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya..
Waktu pun terus bergulir
Detik pun terus berputar
Apakah kita t’lah menutupi diri kita dengan pakaian..
Ya..hingga detik ini kita t’lah menutupinya
Menutupi Tubuh kita
Menutupi Badan kita
Tapi, apakah hati dan jiwa kita t’lah ditutupi ?
Apakah yang menutupinya ?
Tumbuhkanlah niat yang tulus dalam lubuk hati kita
Tuk menutupi hati, jiwa dan raga kita..
Tutupilah semua itu dengan pakaian yang takkan lepas dari dunia ini..
Apakah itu ?
Tutupilah dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Maha Pencipta..
Allah S.W.T..Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Dimana pakaian itu akan menyelimuti kita di kehidupan abadi nanti..











Cinta…
Apakah itu cinta ?
Cinta bagi kita semua adalah sesuatu yang sangat indah..
Cinta adalah suatu anugerah dari Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Apakah cinta selalu indah ?
Tidak,,
Cinta kadang hitam
Cinta kadang putih
Cinta itu pahit dan manis
Berserinya hati kita,, dikala keindahan cinta menaburkan keharuman..
Layaknya semerbak melati yang putih berseri..
Tapi,,pedihnya hati,,dikala cinta menaburkan duri-duri yang tajam..
T’lah menusuk hati kita..
Janganlah hati kita terlalu padam dengan cinta dunia ini..
Cinta dunia yang takkan abadi..
Yang akan di awali dengan pertemuan..
Dan di akhiri dengan perpisahan..
Kecuali cinta hanya untuk-Nya..
Cinta yang tulus dan ikhlas hanya untuk-Nya..
Yang takkan pernah berakhir sampai kapanpun..
Cinta yang Abadi..
Apakah kita t’lah mencintai-Nya dengan sempurna ?
Tanyalah hati kita…
Sempurnakanlah hati kita,,cinta kita hanya untuk-Nya..
Segala sesuatu di dunia ini adalah milik-Nya..
Bersujud dan bersyukurlah kita pada-Nya..
Jadikanlah Allah kekasih kita..
Yang t’lah mencintai dan menyayangi kita untuk selamanya…
Sampai kehidupan abadi nanti..
Cintai dan Sayangilah Allah Yang Maha Esa dengan tulus dan ikhlas..Amiin.





Detik demi detik terus berputar
Seiring berjalannya waktu
Bersyukurlah kita masih diberikan kesempatan
Kesempatan tuk merasakan kehidupan dunia
Kehidupan dunia yang hanya sekejap mata
Ijinkanlah hamba tuk slalu berada di jalan-Mu
Sebelum ajal menjemput hamba
Tuk kembali pada-Mu
Ijinkanlah hamba bertaubat atas segala kelalaian di jalan-Mu
Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Segala sesuatu di dunia ini
Apa yang kami sentuh..
Apa yang kami rasakan..
Apa yang kami lihat..
Apa yang kami dengar..
Bukan milik kami
Semua adalah titipan-Mu
Semua adalah milik-Mu
Ya Allah Yang Maha Suci
Sucikanlah hati kami
Bersihkanlah hati kami
Janganlah kita hanya ingat pada-Mu
Ketika kita dilanda kepedihan
Ketika kita berada di rumah-Mu
Tapi,, gerakannlah hati kami..
Tuk slalu mengingat-Mu..
Kapanpun..dan dimanapun kami berada..
Dalam tangis dan tawa..
Dalam suka dan duka..
Dari hati yang tulus..
Ucapkanlah selalu asma-asma Allah S.W.T ….
Yang senantiasa hati kita akan selalu terang..
Seterang cahaya sang mentari pagi..
Semoga Allah S.W.T.. selalu meridhai kita..
Selalu membimbing kita..
Menjadi hamba-Nya.. yang beriman dan bertaqwa..Amiin..



Bumi pertiwiku…
Indonesia tercinta..
Kini kau tlah meneteskan air mata duka..
Kini kau dilanda berbagai musibah..
Apakah Engkau marah pada Bumi Pertiwi kami ?
Apakah ini peringatan buat kami ?
Bumi pertiwi yang sangat luas..
Kini kau terasa sangat sempit..
Kini daratan seolah tlah menjadi lautan..
Daratan pun tlah meluluh..
Hingga menimpa jiwa raga kami..
Kain putih pun tlah banyak terhampar…
Menutupi jasad-jasad saudara kami..
Ya Allah…Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Betapa pedihnya hati kami..
Betapa derasnya tetesan air mata hati kami..
Kami sadar…
Kami tlah lalai pada-Mu..
Kami tlah padam dengan kehidupan dunia ini..
Hati kami gelap..
Hati kami rapuh..
Ya Allah..
Hanya pada-Mu lah kami berteduh..
Hanya pada-Mu lah kami mengeluh..
Inilah peringatan buat kami..
Kami tlah jauh dari-Mu..
Kami tlah lupa pada-Mu..
Ya Allah..
Ampunilah segala dosa-dosa kami..
Bukalah hati kami..
Terangilah hati kami..
Tuk kembali bersujud pada-Mu..
Tuk kembali ke jalan-Mu,..
Ya Allah..
Bersihkanlah bumi pertiwi kami..
Jauhkanlah segala noda-noda dari bumi pertiwi kami..
Hapuslah segala kegelapan dunia di hati kami..
Hingga Engkau mencerahkan kembali bumi pertiwi kami..
Indonesia Tercinta..Amiin..



Dikala kita dilanda satu musibah…
Itu satu ujian buat kita..
Satu peringatan dimana Allah mengingatkan kita..
Satu peringatan dimana Allah menyayangi kita..
Dikala cobaan itu sangat pedih..
Hati pun tergores..
Air mata pun tlah menetes..
Dikala hati kita penuh tawa pun..
Janganlah kita lupa pada-Nya..
Janganlah kita padam dengan indahnya kehidupan dunia..
Mungkin saja itu satu ujian juga buat kita..
Kita sebagai manusia..
Kita sebagai hamba Allah S.W.T..
Janganlah terlalu larut dalam kepedihan dan kebahagiaan itu,,
Tetesan kepedihan hati ,, kebahagiaan hati..
Takkan abadi…
Takkan menghapus suka duka…
Di belakang kepahitan itu..
Pasti ada kemanisan..
Dari segala cobaan pahit dan manis…
Pasti ada hikmahnya..
Inilah hidup..
Kehidupan dunia hanyalah panggung sandiwara..
Setiap detik..setiap saat..
Ingatlah selalu pada-Nya..
Bersujud syukurlah selalu pada-Nya..
Atas segala Rahmat, Nikmat dan Karunia-Nya..
Peliharalah hati kita..
Sayangilah jiwa kita..
Tanamkanlah benih-benih yang tulus dan ikhlas..
Tuk selalu berada di jalan-Nya..Amiin Ya Allah..







Hari demi hari..
Seiring waktu terus berputar..
Lembayung pun tlah bersinar ..
Sang Raja Siang pun tlah pulang ke peraduannya..
Adzan pun tlah berkumandang..
Tuk kembali bersujud pada-Nya..
Kegelapan malam pun tlah datang..
Bersinar terang..
Bertabur bintang..
Sang dewi malam pun tiba..
Menyinari kegelapan malam..
Waktu pun terus berjalan..
Keheningan malam tlah berlalu..
Bangunlah hati..
Bangunlah jiwa..
Bersinarlah kembali..
Dengung adzan berkumandang…
Sang Mentari pun tlah bangun..
Tidak untuk hatiku..
Hatiku tlah padam..
Hatiku tlah gelap…
Sang Raja Siang pun seolah tak bersinar..
Dunia pun terasa gelap..
Hati pun tertusuk duri tajam..
Hati pun tergores lukisan hitam..
Hati pun menjerit..
Ya Allah…
Kenapa semua ini terjadi..?
Akankah hati dan jiwaku secerah sang mentari pagi,,
Ku bersujud pada-Mu..
Ku berserah diri pada-Mu..
Kuatkanlah hati dan jiwaku..
Ikhlaskanlah hatiku akan kepergiannya..
Terimalah belahan hatiku di sisi-Mu..
Hapuslah segala noda-noda hitamnya..
Ya Allah .. Yang Maha Pengasih .. Lagi Maha Penyayang..
Terimalah do’a perpisahan ini untuknya…
Tenangkanlah selalu belahan hatiku..di sisi-Mu..
Aamiin Ya Allah…



Liku-liku kehidupan…
Penuh dengan warna warni..
Penuh dengan goresan lukisan hitam dan putih..
Tanamkanlah dalam hati dan jiwa yang tulus..
Benih-benih kehidupan abadi..
Kehidupan surgawi..
Yang sangat kita rindukan..
Layaknya akar tumbuhan..
Yang selalu tersiram air..
Sebening embun pagi..
Siramlah juga hati dan jiwa kita..
Dengan selalu mengingat Sang Maha Pencipta Alam Semesta..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Allah s.w.t,,
Sebutlah selalu asma-asma Allah…
Dalam lubuk hati kita..
Yang penuh dengan keyakinan iman dan taqwa..
Teruslah berjuang dalam menghadapi noda-noda hitam dunia fana..
Janganlah hati kita putus asa..
Ingatlah selalu pada-Nya..amiin..






Ibu,,do’aku untukmu

Enam puluh enam tahun usianya..
Putih terurai rambutnya..
Wajahnya yang penuh kasih sayang..
Tampak jelas di mataku..
Beliau sangat dekat denganku..
Sangat dekat..
Beliau ibuku tersayang..ibuku tercinta..
Ya Allah..dikala ku tulis goresan ini..
Air mata pun t’lah menetes..
Hatiku pun menangis..
Ya Allah..Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Hamba bersujud pada-Mu..
Hamba bersyukur pada-Mu..
Engkau t’lah menitipkan hamba padanya..
Pada seorang Ibu..
Penuh dekapan kasih sayang yang tulus..
Belaian tangan yang lembut..
Pengorbanan yang tanpa pamrih..
Pancaran wajahnya bersinar..
Penuh dengan senyuman tulus dan ikhlas..
Ibu..
Ibu..
Ibuku tersayang
Ibuku tercinta..
Aku bertanya pada hatiku sendiri,,
Apakah aku t’lah menjadi anakmu yang shalehah..?
Apakah aku t’lah membalas kasih sayangmu yang tulus..?
Ibu..
Anakmu,,dengan tulus memohon ampun..
Mohon ampun atas segala kelalaianku selama ini padamu..
Ya Allah,,dengan tulus hamba sangat menyayanginya..
Hamba sangat mencintainya..
Hamba mohon pada-Mu..
Berilah hamba kesempatan..
Berilah hamba bimbingan..
Tuk menjadi anaknya yang shalehah,,
Satu titik pun di hati hamba..
Tak ingin melukiskan goresan hitam di hatinya..
Sama sekali tidak..
Hamba ingin membuatnya bahagia lahir bathin..
Bahagia lahir bathin untuk selamanya..
Ya Allah,,hanya pada-Mu hamba memohon..
Sayangi dan cintailah ibuku tersayang..
Layaknya ibu menyayangi hamba..
Bahagiakanlah ibuku di dunia dan di kehidupan abadi kelak…Amiin Ya Allah…






Januari’93 t’lah kelabu

Sang Raja Siang t’lah lelah
Ia pun pulang ke peraduannya
Dunia pun t’lah hitam ditinggalkannya
Tapi, tidak begitu kelam
Karena Sang Dewi Malam dan tabur bintang
T’lah menerangi kegelapan itu..
Waktu pun terus berjalan
Malam pun terus berlalu
Suara adzan pun berkumandang
Mengajak kita
Tuk membersihkan diri
Tuk bersujud pada-Nya
Maha Besar Allah..
Sang surya pun t’lah kembali bersinar
Memancarkan kehangatan
Di pagi hari yang menyejukkan hati
Tapi,, tidak untukku
Karena pelindungku (ayahku) t’lah pergi
T’lah pulang ke Rahmatullah
Beliau t’lah tidur dengan tenang
Beliau t’lah dipanggil oleh-Nya..
Pagi yang gelap..
Pagi yang padam..
Januari’93 t’lah kelabu untukku..
Awan mendung menggemuruh dimataku
Kepedihan pun t’lah tinggal di sudut hatiku..
Pasrah dan ikhlas
Ku coba menggapainya
Do’aku menyertaimu..
Semoga Ayah diterima dan selalu tenang di sisi-Nya..
Amiin.. Ya Allah Ya Robball’alamin










Dunia fana ini penuh dengan warna warni..
Semua yang kita rasakan..
Semuanya adalah titipan dari Allah S.W.T..
Manusia tak ada yang sempurna
Kelebihan akan selalu ada
Kekurangan pun takkan luput dari manusia
Keba

Dikirim pada 25 Januari 2010 di Catatan Harian


Canda tawa dalam kehidupan pasti akan menenangkan hati kita…
Hati kita pun akan tersenyum..
Namun dikala tangis duka melanda kita…….
Janganlah kita sampai terlalu larut dalam kepedihan itu…
Janganlah tetesan air mata terus mengalir di dalam hati ini…
Karena inilah hidup…
Kehidupan di dunia yang takkan lepas dari pahit manis…
Takkan lepas dari canda tawa…tangis pedih….
Kehidupan dunia yang hanya sekejap mata..
Penuh dengan liku-liku…
Janganlah kita padam dikala liku-liku pahit dan manis menghantam kita…
Ingatlah selalu pada-Nya dikala suka dan duka…
Ya Allah…hamba bersujud pada-Mu
Ya Allah…hamba bersyukur pada-Mu
Atas segala Rahmat, Nikmat dan Karunia yang t’lah Engkau berikan kepada hamba..
Ya Allah…hamba mohon ampun pada-Mu
Atas segala kelalaian hamba terhadap-Mu..
Hari demi hari pun terus berlalu..
Detik demi detik terus berputar..
Seiring berjalannya waktu…… kapanpun..dimanapun dan apapun yang terjadi..
Ingatlah selalu pada-Nya…
Ucapkanlah Asma-asma Allah dengan tulus dan ikhlas di dalam lubuk hati kita……
Hanya karena Allah Yang Maha Esa…Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang…
Yang akan selalu bersama kita,, untuk selamanya..
Dalam kepedihan hati…
Dalam keindahan hati..
Hamba hanya berteduh dan mengeluh pada-Mu..
Hanya Engkaulah yang tahu segalanya…








Wahai Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Jauh sudah kaki ini melangkah
Tak tahu kemana arahnya……
T’lah kumiliki
Rasa indahnya kepedihan hati
Rasa hancurnya harapanku
Jiwaku lemah
Hatiku t’lah rapuh..
Melepas cintaku yang tulus tuk selamanya
Hamba berteduh pada-Mu
Hamba mengeluh pada-Mu
Bimbinglah hamba Ya Allah..
Hanya Engkaulah yang tahu segalanya..
Hamba pasrah Ya Allah..
Hamba terima semua ini…..
Hatiku kan terus mengalir tuk ikhlas atas semua ini….
Semua adalah kehendak-Mu
Inilah kehidupan dunia..hanya sekejap mata…
Takkan lepas dari pahit manis..
Canda tawa…..suka duka…….kan selalu mengiringi kita..
Ya Allah…hapuskanlah kepedihan hati ini..
Jauhkanlah segala penyakit hatiku ini…..
Berilah hamba kesempatan waktu..
Tuk selalu bersujud pada-Mu
Hamba mohon ampun atas segala kegelapan hatiku..kegelapan jalanku..
Tuk kembali pada-Mu……
Tuk menyempurnakan cintaku yang tulus hanya pada-Mu…amiin…
Terangilah jiwa dan hati hamba…..dengan Asma-asma-Mu Ya Allah…
Selayaknya Sang Raja Siang ..
T’lah menerangi dunia di saat Fajar menyingsing…






Kehidupan dunia hanyalah sebuah cerita sekilas..
Hanya sebuah sandiwara..
Hanya sekejap mata..
Kehidupan ini penuh dengan liku-liku..
Takkan lepas dari pahit manis
Tangis dan tawa kan selalu mengiringi kita..
Saat kita terlahir ke dunia
Kita pun telanjang..
Hanya punya jeritan tangis..
Melihat kehidupan dunia ini yang penuh dengan warna warni..
Apakah kita sanggup menempuhnya..
Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya..
Waktu pun terus bergulir
Detik pun terus berputar
Apakah kita t’lah menutupi diri kita dengan pakaian..
Ya..hingga detik ini kita t’lah menutupinya
Menutupi Tubuh kita
Menutupi Badan kita
Tapi, apakah hati dan jiwa kita t’lah ditutupi ?
Apakah yang menutupinya ?
Tumbuhkanlah niat yang tulus dalam lubuk hati kita
Tuk menutupi hati, jiwa dan raga kita..
Tutupilah semua itu dengan pakaian yang takkan lepas dari dunia ini..
Apakah itu ?
Tutupilah dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Maha Pencipta..
Allah S.W.T..Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Dimana pakaian itu akan menyelimuti kita di kehidupan abadi nanti..











Cinta…
Apakah itu cinta ?
Cinta bagi kita semua adalah sesuatu yang sangat indah..
Cinta adalah suatu anugerah dari Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Apakah cinta selalu indah ?
Tidak,,
Cinta kadang hitam
Cinta kadang putih
Cinta itu pahit dan manis
Berserinya hati kita,, dikala keindahan cinta menaburkan keharuman..
Layaknya semerbak melati yang putih berseri..
Tapi,,pedihnya hati,,dikala cinta menaburkan duri-duri yang tajam..
T’lah menusuk hati kita..
Janganlah hati kita terlalu padam dengan cinta dunia ini..
Cinta dunia yang takkan abadi..
Yang akan di awali dengan pertemuan..
Dan di akhiri dengan perpisahan..
Kecuali cinta hanya untuk-Nya..
Cinta yang tulus dan ikhlas hanya untuk-Nya..
Yang takkan pernah berakhir sampai kapanpun..
Cinta yang Abadi..
Apakah kita t’lah mencintai-Nya dengan sempurna ?
Tanyalah hati kita…
Sempurnakanlah hati kita,,cinta kita hanya untuk-Nya..
Segala sesuatu di dunia ini adalah milik-Nya..
Bersujud dan bersyukurlah kita pada-Nya..
Jadikanlah Allah kekasih kita..
Yang t’lah mencintai dan menyayangi kita untuk selamanya…
Sampai kehidupan abadi nanti..
Cintai dan Sayangilah Allah Yang Maha Esa dengan tulus dan ikhlas..Amiin.





Detik demi detik terus berputar
Seiring berjalannya waktu
Bersyukurlah kita masih diberikan kesempatan
Kesempatan tuk merasakan kehidupan dunia
Kehidupan dunia yang hanya sekejap mata
Ijinkanlah hamba tuk slalu berada di jalan-Mu
Sebelum ajal menjemput hamba
Tuk kembali pada-Mu
Ijinkanlah hamba bertaubat atas segala kelalaian di jalan-Mu
Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Segala sesuatu di dunia ini
Apa yang kami sentuh..
Apa yang kami rasakan..
Apa yang kami lihat..
Apa yang kami dengar..
Bukan milik kami
Semua adalah titipan-Mu
Semua adalah milik-Mu
Ya Allah Yang Maha Suci
Sucikanlah hati kami
Bersihkanlah hati kami
Janganlah kita hanya ingat pada-Mu
Ketika kita dilanda kepedihan
Ketika kita berada di rumah-Mu
Tapi,, gerakannlah hati kami..
Tuk slalu mengingat-Mu..
Kapanpun..dan dimanapun kami berada..
Dalam tangis dan tawa..
Dalam suka dan duka..
Dari hati yang tulus..
Ucapkanlah selalu asma-asma Allah S.W.T ….
Yang senantiasa hati kita akan selalu terang..
Seterang cahaya sang mentari pagi..
Semoga Allah S.W.T.. selalu meridhai kita..
Selalu membimbing kita..
Menjadi hamba-Nya.. yang beriman dan bertaqwa..Amiin..



Bumi pertiwiku…
Indonesia tercinta..
Kini kau tlah meneteskan air mata duka..
Kini kau dilanda berbagai musibah..
Apakah Engkau marah pada Bumi Pertiwi kami ?
Apakah ini peringatan buat kami ?
Bumi pertiwi yang sangat luas..
Kini kau terasa sangat sempit..
Kini daratan seolah tlah menjadi lautan..
Daratan pun tlah meluluh..
Hingga menimpa jiwa raga kami..
Kain putih pun tlah banyak terhampar…
Menutupi jasad-jasad saudara kami..
Ya Allah…Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Betapa pedihnya hati kami..
Betapa derasnya tetesan air mata hati kami..
Kami sadar…
Kami tlah lalai pada-Mu..
Kami tlah padam dengan kehidupan dunia ini..
Hati kami gelap..
Hati kami rapuh..
Ya Allah..
Hanya pada-Mu lah kami berteduh..
Hanya pada-Mu lah kami mengeluh..
Inilah peringatan buat kami..
Kami tlah jauh dari-Mu..
Kami tlah lupa pada-Mu..
Ya Allah..
Ampunilah segala dosa-dosa kami..
Bukalah hati kami..
Terangilah hati kami..
Tuk kembali bersujud pada-Mu..
Tuk kembali ke jalan-Mu,..
Ya Allah..
Bersihkanlah bumi pertiwi kami..
Jauhkanlah segala noda-noda dari bumi pertiwi kami..
Hapuslah segala kegelapan dunia di hati kami..
Hingga Engkau mencerahkan kembali bumi pertiwi kami..
Indonesia Tercinta..Amiin..



Dikala kita dilanda satu musibah…
Itu satu ujian buat kita..
Satu peringatan dimana Allah mengingatkan kita..
Satu peringatan dimana Allah menyayangi kita..
Dikala cobaan itu sangat pedih..
Hati pun tergores..
Air mata pun tlah menetes..
Dikala hati kita penuh tawa pun..
Janganlah kita lupa pada-Nya..
Janganlah kita padam dengan indahnya kehidupan dunia..
Mungkin saja itu satu ujian juga buat kita..
Kita sebagai manusia..
Kita sebagai hamba Allah S.W.T..
Janganlah terlalu larut dalam kepedihan dan kebahagiaan itu,,
Tetesan kepedihan hati ,, kebahagiaan hati..
Takkan abadi…
Takkan menghapus suka duka…
Di belakang kepahitan itu..
Pasti ada kemanisan..
Dari segala cobaan pahit dan manis…
Pasti ada hikmahnya..
Inilah hidup..
Kehidupan dunia hanyalah panggung sandiwara..
Setiap detik..setiap saat..
Ingatlah selalu pada-Nya..
Bersujud syukurlah selalu pada-Nya..
Atas segala Rahmat, Nikmat dan Karunia-Nya..
Peliharalah hati kita..
Sayangilah jiwa kita..
Tanamkanlah benih-benih yang tulus dan ikhlas..
Tuk selalu berada di jalan-Nya..Amiin Ya Allah..







Hari demi hari..
Seiring waktu terus berputar..
Lembayung pun tlah bersinar ..
Sang Raja Siang pun tlah pulang ke peraduannya..
Adzan pun tlah berkumandang..
Tuk kembali bersujud pada-Nya..
Kegelapan malam pun tlah datang..
Bersinar terang..
Bertabur bintang..
Sang dewi malam pun tiba..
Menyinari kegelapan malam..
Waktu pun terus berjalan..
Keheningan malam tlah berlalu..
Bangunlah hati..
Bangunlah jiwa..
Bersinarlah kembali..
Dengung adzan berkumandang…
Sang Mentari pun tlah bangun..
Tidak untuk hatiku..
Hatiku tlah padam..
Hatiku tlah gelap…
Sang Raja Siang pun seolah tak bersinar..
Dunia pun terasa gelap..
Hati pun tertusuk duri tajam..
Hati pun tergores lukisan hitam..
Hati pun menjerit..
Ya Allah…
Kenapa semua ini terjadi..?
Akankah hati dan jiwaku secerah sang mentari pagi,,
Ku bersujud pada-Mu..
Ku berserah diri pada-Mu..
Kuatkanlah hati dan jiwaku..
Ikhlaskanlah hatiku akan kepergiannya..
Terimalah belahan hatiku di sisi-Mu..
Hapuslah segala noda-noda hitamnya..
Ya Allah .. Yang Maha Pengasih .. Lagi Maha Penyayang..
Terimalah do’a perpisahan ini untuknya…
Tenangkanlah selalu belahan hatiku..di sisi-Mu..
Aamiin Ya Allah…



Liku-liku kehidupan…
Penuh dengan warna warni..
Penuh dengan goresan lukisan hitam dan putih..
Tanamkanlah dalam hati dan jiwa yang tulus..
Benih-benih kehidupan abadi..
Kehidupan surgawi..
Yang sangat kita rindukan..
Layaknya akar tumbuhan..
Yang selalu tersiram air..
Sebening embun pagi..
Siramlah juga hati dan jiwa kita..
Dengan selalu mengingat Sang Maha Pencipta Alam Semesta..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Allah s.w.t,,
Sebutlah selalu asma-asma Allah…
Dalam lubuk hati kita..
Yang penuh dengan keyakinan iman dan taqwa..
Teruslah berjuang dalam menghadapi noda-noda hitam dunia fana..
Janganlah hati kita putus asa..
Ingatlah selalu pada-Nya..amiin..






Ibu,,do’aku untukmu

Enam puluh enam tahun usianya..
Putih terurai rambutnya..
Wajahnya yang penuh kasih sayang..
Tampak jelas di mataku..
Beliau sangat dekat denganku..
Sangat dekat..
Beliau ibuku tersayang..ibuku tercinta..
Ya Allah..dikala ku tulis goresan ini..
Air mata pun t’lah menetes..
Hatiku pun menangis..
Ya Allah..Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Hamba bersujud pada-Mu..
Hamba bersyukur pada-Mu..
Engkau t’lah menitipkan hamba padanya..
Pada seorang Ibu..
Penuh dekapan kasih sayang yang tulus..
Belaian tangan yang lembut..
Pengorbanan yang tanpa pamrih..
Pancaran wajahnya bersinar..
Penuh dengan senyuman tulus dan ikhlas..
Ibu..
Ibu..
Ibuku tersayang
Ibuku tercinta..
Aku bertanya pada hatiku sendiri,,
Apakah aku t’lah menjadi anakmu yang shalehah..?
Apakah aku t’lah membalas kasih sayangmu yang tulus..?
Ibu..
Anakmu,,dengan tulus memohon ampun..
Mohon ampun atas segala kelalaianku selama ini padamu..
Ya Allah,,dengan tulus hamba sangat menyayanginya..
Hamba sangat mencintainya..
Hamba mohon pada-Mu..
Berilah hamba kesempatan..
Berilah hamba bimbingan..
Tuk menjadi anaknya yang shalehah,,
Satu titik pun di hati hamba..
Tak ingin melukiskan goresan hitam di hatinya..
Sama sekali tidak..
Hamba ingin membuatnya bahagia lahir bathin..
Bahagia lahir bathin untuk selamanya..
Ya Allah,,hanya pada-Mu hamba memohon..
Sayangi dan cintailah ibuku tersayang..
Layaknya ibu menyayangi hamba..
Bahagiakanlah ibuku di dunia dan di kehidupan abadi kelak…Amiin Ya Allah…






Januari’93 t’lah kelabu

Sang Raja Siang t’lah lelah
Ia pun pulang ke peraduannya
Dunia pun t’lah hitam ditinggalkannya
Tapi, tidak begitu kelam
Karena Sang Dewi Malam dan tabur bintang
T’lah menerangi kegelapan itu..
Waktu pun terus berjalan
Malam pun terus berlalu
Suara adzan pun berkumandang
Mengajak kita
Tuk membersihkan diri
Tuk bersujud pada-Nya
Maha Besar Allah..
Sang surya pun t’lah kembali bersinar
Memancarkan kehangatan
Di pagi hari yang menyejukkan hati
Tapi,, tidak untukku
Karena pelindungku (ayahku) t’lah pergi
T’lah pulang ke Rahmatullah
Beliau t’lah tidur dengan tenang
Beliau t’lah dipanggil oleh-Nya..
Pagi yang gelap..
Pagi yang padam..
Januari’93 t’lah kelabu untukku..
Awan mendung menggemuruh dimataku
Kepedihan pun t’lah tinggal di sudut hatiku..
Pasrah dan ikhlas
Ku coba menggapainya
Do’aku menyertaimu..
Semoga Ayah diterima dan selalu tenang di sisi-Nya..
Amiin.. Ya Allah Ya Robball’alamin










Dunia fana ini penuh dengan warna warni..
Semua yang kita rasakan..
Semuanya adalah titipan dari Allah S.W.T..
Manusia tak ada yang sempurna
Kelebihan akan selalu ada
Kekurangan pun takkan luput dari manusia
Kebaikan adalah satu contoh
Keburukan adalah satu cerminan
Janganlah kita melihat kejelekan orang lain
Tapi lihatlah kebaikannya..
Bercerminlah kita terhadap diri sendiri
Lihatlah apa kekurangan kita ?
Lihatlah apa kejelekan kita ?
Sebelum kita melihat noda hitam orang lain
Intropeksilah terlebih dahulu terhadap diri kita sendiri
Berusahalah tuk selalu membersihkan diri kita
Dari noda-noda hitam dunia fana
Masa lalu biarlah berlalu
Waktu takkan pernah kembali
Hal yang buruk jadikanlah suatu cerminan
Hal yang baik jadikanlah suatu contoh
Untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah
Semoga Allah selalu membimbing kita semua, Aamiin..















TETESAN PEDIH PULAU DEWATA

Pulau Dewata, ingatkah nasibmu beberapa tahun yang lalu?
Kenapa kau tiba-tiba marah
Kau t’lah hansur
Kau t’lah rusak
Akibat ulah sang pengkhianat (teroris)
Legian.. di situlah si merah t’lah menyala
T’lah membangunkan keheningan malam
T’lah mengeluarkan teriakan sakit
Beratus-ratus jasad t’lah berpisah dengan nyawanya..
Beratus-ratus orang kesakitan
Beribu-ribu orang t’lah menyimpan kepedihan di lubuk hatinya
Air mata pun t’lah menetes
Dunia pun gempar karenanya
Kepingan jasad pun t’lah hancur, hitam dan kering
Terdampar dimana-mana
Ya Allah.. kenapa semua ini terjadi ?
Keindahan Pula Dewata pun t’lah kotor
Percik-percik darah pun t’lah menetes
Kain putih pun t’lah terhampar luas
Sadarkah kita sekarang ?
Semua ini kehendak-Nya..
Inilah suatu cobaan
Mungkin kita t’lah lupa pada-Nya
Kehidupan duniawi t’lah membutakan mata hati kita
Saatnya kita merenung
Memohon ampun pada-Nya
Atas segala kelalaian kita pada-Nya
Memohon petunjuk pada-Nya
Untuk jalan keselamatan dunia akhirat
Ya Allah.. Yang Maha Pengampun..
Jauhkanlah kami dari kesesatan..
Dekatkanlah kami pada kebaikan
Tuk memohon Ridha-Mu..
Terangilah selalu hati kami
Dengan cahya-Mu.. Amiin..




Aku


Makhuk hidup..
Salah satunya adalah manusia
Itulah aku
Aku adalah manusia biasa
Hanya manusia biasa
Yang tak luput dari kekurangan
Karena manusia tak ada yang sempurna
Kita mempunyai satu kelebihan
Kita pun mempunyai satu kekurangan
Itulah manusia
Takkan luput dari hitam dan putih
Takkan luput dari pahit dan manis
Ku bersujud pada-Mu
Ku bersyukur pada-Mu
Atas segala Nikmat-Mu
Lubuk hatiku
Isi hatiku
Dengan penuh perjuangan
Yang tulus dan ikhlas
Karena-Mu.. Ya Allah..
Aku akan terus berjuang
Melawan semua kehlilafan hatiku pada-Mu
Atas semua yang t’lah Engkau berikan padaku
Walaupun hanya satu titik
Semoga aku takkan lupa mensyukurinya.. Amiin.
Jauhkanlah segala penyakit hati dariku
Janganlah ada penyakit hati dariku
Janganlah aku merasa pesimis atas kekuranganku
Tapi jadikanlah satu kelebihan
Berarti aku mensyukuri semua itu
Ya Allah.. semoga goresan hitam ini..
Bisa mengusik hatiku
Untuk melakukannya.. Amiin



Kita semua bersaudara
Kita semua ciptaan Allah S.W.T..
Allah menatap kita sama..
Dari raga yang t’lah dititipkan kepada kita
Apakah yang Engkau bedakan Ya Allah..
Apakah kunci perbedaan dari kita yang ditatap oleh-Nya
Apakah itu ?
Bekal kita untuk kehidupan abadi kelak..
Itulah yang Allah lihat..
Amal ibadah kita..
Untuk itu..
Marilah kita sama-sama ingat akan hal itu
Kita sebagai manusia..
Yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan
Renungkanlah akan dua hal itu
Janganlah kita membeda-bedakan orang
Janganlah kita memberikan penghormatan yang berbeda..
Tegurlah hati kita..
Janganlah lihat jabatan orang
Janganlah lihat kekayaan orang
Tapi lihatlah orang
Layaknya orang melihat diri kita sendiri
Dimana kita pun tak ingin ada perbedaan
Kita sendiri pun ingin dihargai
Ingin dihormati
Untuk itu..
Marilah kita sama-sama tanamkan..
Rasa solidaritas yang tulus dari hati kita..
Semoga kita semua bisa menggapainya..




Seribu misteri dalam kehidupan dunia fana ini
Tak dapat kita ketahui
Satu titik pun takkan pernah kita ketahui
Semua itu adalah rahasia Allah SWT
Karena Allah Maha Mengetahui
Satu detik pun
Satu helai pun
Bahkan satu tetes pun
Apapun yang akan terjadi
Hanya Allah yang tahu..
Allah Maha Mengetahui
Apakah kita takut apa yang akan terjadi ?
Tanyalah hati kita
Renungkanlah akan hal itu
Jikalau kita takut
Maka ingatlah selalu pada Allah
Jikalau dalam jiwa raga kita
Setiap waktu
Setiap detik
Setiap kita melangkah
Tanyalah dan tegurlah jiwa raga kita
Tuk selalu menyebut nama-Nya
Dzikir..
Itulah satu kunci..
Kunci jiwa raga kita
Kunci hati kita
Yang Insyaallah akan selalu senyum
Akan selalu harum
Akan selalu tenang
Dan akan selalu jauh dari rasa takut..
Takut akan misteri ?
Misteri kehidupan ?
Apakah yang akan terjadi ?
Ku tak tahu jawabnya..
Hanya pada-Mu lah hamba berserah diri
Hanya pada-Mu lah hamba memohon
Hanya pada-Mu lah hamba berdo’a
Semoga satu detik kehidupan apa yang akan terjadi ?
Akan selalu ada dalam Ridha-Mu
Dalam Lindungan-Mu
Dalam Bimbingan-Mu
Tuk mencapai masa depan yang cerah
Yang penuh dengan Cahya-Mu.. Ya Allah..
Amiin…




Tak ada lagi kata yang terucap
Jauh sudah kakiku melangkah
Waktu pun terus berputar
Kepedihan pun t’lah tinggal di sudut hatiku
Akankah ku terus menggelutinya
Akankah awan mendung menggemuruh..?
Kan selalu terpancar di wajahku..?
Tidak..
Ku tak ingin hal itu..
Seiring detik demi detik terus berjalan
Perjuangan..
Itulah yang sedang ku raih
Karena hidup ini adalah perjuangan
Yang penuh dengan pengorbanan
Pengorbanan yang tulus dan ikhlas
Penuh dengan kesabaran dan ketabahan..
Hatiku..
Jiwaku..
Batinku..
Janganlah engkau terus meneteskan air mata kepedihan..
Duri kepedihan yang terlalu tajam pun bahkan lebih banyak..
Lihatlah kehidupan dunia ini ke bawah..
Janganlah engkau merasa pesimis..
Janganlah engkau putus asa..
Berserah dirilah pada-Nya..
Karena semua ini adalah kehendak-Nya..
Hatiku.., jiwaku.., batinku..
Ya Allah.. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Tegurlah aku..
Bimbinglah aku..
Tuk mencapai perjuangan yang lurus menuju jalan-Mu..
Hamba yakin..
Engkau menyayangi hamba.. Amiin…
Semoga aku bisa mencapai semua ini.. Amiin..









Teman..
Apakah itu teman ?
Dan siapakah teman ?
Teman dalam suka dan duka
Dalam mengarungi kehidupan ini..
Tak ada satu orang pun yang ingin sendiri
Tanpa teman.. hidup pun terasa hampa
Teman bagi jiwa
Sahabat bagi jiwa
Itulah yang ingin ku raih
Ke manakah ku kan mencarinya ?
Takkan jauh
Bahkan dimanapun
Kapanpun.. kita akan selalu bersamanya..
Jikalau hati kita pun selalu terang
Penuh dengan cahaya-Nya..
Teman sejati
Itulah yang ingin kugapai
Temanku dikala suka dan duka
Temanku dikala ku berkeluh kesah
Temanku dikala ku canda tawa
Temanku dikala duka lara
Tanyalah hati kita..
Dan renungkanlah siapakah teman sejati itu ?
Kita pun akan tahu jawabannya..
Semoga hatiku bisa meraih akan goresan hitam ini.. Amiin.












Cinta..
Cinta dikala senyuman suka..
Kan membuat hati kita penuh cahaya..
Cinta dikala tangisan duka..
Kan membuat hati kita padam..
Itulah cinta..
Dimanakah cinta yang kan selalu indah ?
Adakah cinta yang tulus ?
Adakah cinta yang takkan pernah berakhir ?
Adakah cinta yang kan selalu indah ?
Adakah cinta yang takkan pernah pedih ?
Dan adakah cinta yang abadi ?
Hati kita pun akan mencari..
Hati kita pun kan tahu jawabannya..
Cinta yang abadi..
Cinta yang tulus dan ikhlas..
Takkan pernah jauh..
Dikala hati kita pun kan selalu mengingat-Nya..
Seiring berjalanya waktu..
Kita pun takkan pernah lepas dari-Nya..
Janganlah kita rapuh..
Janganlah hati kita sayu tanpa cinta..
Karena cinta kan selalu ada..
Takkan pernah berakhir..
Semoga hatiku hanya untuk-Nya.. Amiin
Semoga ku bisa menggapai goresan hitamku ini.. Amiin
Itulah cinta dari-Nya..
Cinta dari Allah SWT..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Semoga kita semua dicintai oleh-Nya.. Amiin…














Jiwa dan raga
Lahiriah dan batiniah
Itulah dua hal dalam hidup kita
Yang penuh dengan pertentangan
Kadang sama
Kadang tidak
Itulah yang harus kita renungkan..
Lahiriah dapat dilihat oleh siapapun
Tapi tidak untuk batiniah
Hanya Allah dan kita sendiri yang tahu
Untuk itu derajat hati lebih tinggi daripada raga kita
Karena dengan hati yang bersih
Insyaallah raga pun akan sehat
Marilah kita sama-sama ingat hal itu
Dengan tulus dan ikhlas
Tegakkanlah ibadah lahiriah
Dan hidupkanlah ibadah batiniah
Samakanlah jiwa raga kita
Dalam mengarungi kehidupan ini
Hanya karena Allah SWT..
Semoga hati kita selalu bersih
Dalam raga pun akan terpancar cahaya-Nya..
Semoga kita semua bisa mencapai hal itu..
Amiin.. Ya Allah Ya Rabbal A’lamin..













Waktu..
Waktu adalah kesempatan
Disaat raga kita
Masih diberi waktu
Diberi waktu untuk menghirup kehidupan dunia fana ini
Untuk bergerak
Untuk melihat
Untuk mendengar
Untuk menggunakan semua titipan-Nya
Apakah kita telah melalaikan waktu ?
Hanya kita sendiri yang tahu..
Gunakanlah waktu penuh dengan kebaikan
Isilah waktu dengan benih-benih kehidupan surgawi
Yang sangat kita impikan
Semoga kita bisa mencapainya.. Amiin..
Kapan waktu akan berakhir ?
Ku tak tahu jawabnya
Hatiku…
Ragaku..
Bangunlah engkau..
Janganlah engkau menyesal..
Dikala waktumu t’lah berakhir
T’lah meninggalkan dunia fana ini
Takkan ada waktu lagi untukmu
Tuk menggapai bekal di kehidupan abadi..
Bukalah mata hatimu..
Sebelum ajal menjemputmu..
Detik demi detik..
Ingatlah pada-Nya..
Kita datang dari-Nya..
Dan akan kembali pada-Nya..
Waktu kehidupan dunia fana..
Hanya sekejap mata..
Renungkanlah akan hal itu..







Cinta..
Cinta dikala senyuman suka..
Kan membuat hati kita penuh cahaya..
Cinta dikala tangisan duka..
Kan membuat hati kita padam..
Itulah cinta..
Dimanakah cinta yang kan selalu indah ?
Adakah cinta yang tulus ?
Adakah cinta yang takkan pernah berakhir ?
Adakah cinta yang kan selalu indah ?
Adakah cinta yang takkan pernah pedih ?
Dan adakah cinta yang abadi ?
Hati kita pun akan mencari..
Hati kita pun kan tahu jawabannya..
Cinta yang abadi..
Cinta yang tulus dan ikhlas..
Takkan pernah jauh..
Dikala hati kita pun kan selalu mengingat-Nya..
Seiring berjalanya waktu..
Kita pun takkan pernah lepas dari-Nya..
Janganlah kita rapuh..
Janganlah hati kita sayu tanpa cinta..
Karena cinta kan selalu ada..
Takkan pernah berakhir..
Semoga hatiku hanya untuk-Nya.. Amiin
Semoga ku bisa menggapai goresan hitamku ini.. Amiin
Itulah cinta dari-Nya..
Cinta dari Allah SWT..
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Semoga kita semua dicintai oleh-Nya.. Amiin…










Sang mentari t’lah lelah..
Ia pun pulang ke peraduannya..
Lembayung pun t’lah datang
Memancarkan cahayanya..
Penglihatan kita pun tersentuh..
Menatap indahnya alam semesta..
Kicauan burung pun t’lah pergi..
Sejuknya dedaunan pun t’lah sayu..
Detik demi detik terus berjalan..
Inilah waktu kehidupan dunia..
Terang pun t’lah pergi
Gelap pun t’lah datang
Waktu demi waktu terus bergulir..
Taburan bintang t’lah menerangi kegelapan malam
Sang Dewi malam pun t’lah bersinar
Itulah alam semesta..
Penuh dengan keindahan atas kekuasaan-Nya..
Jiwaku..
Hatiku..
Lihatllah akan keindahan alam semesta itu..
Akankah kau kan terang ?
Dikala detik waktu dalam kegelapan hati t’lah datang..
Hati.. terangkanlah dirimu
Jiwa.. sinarilah lubuk hatimu
Di sudut hatimu..
Janganlah engkau merasa sayu..
Hati.. siramilah selalu dirimu
Dengan kesejukan hati..
Ingatlah selalu pada-Nya.. Amiin.












Waktu demi waktu t’lah berlalu..
Jauh sudah kakiku melangkah..
Lelah hatiku..
Sepi batinku..
Berlarut dan terus berlarut
Sayu ragaku..
Rapuh lahirku..
Jeritan dalam batin pun t’lah menetes..
Di pintu sayang-Mu..
Hatiku mengeluh..
Di pintu kasih-Mu..
Batinku berteduh..
Di pintu ampunan-Mu
Jiwa ragaku mohon pada-Mu..
Hapuslah semua kelalaian hatiku..
Buanglah semua kegelapan batinku..
Tetesan dukaku..
Takkan merubah hatiku..
Ampunilah aku Ya Allah..
Janganlah Engkau menjauhiku..
Jangalah Engkau lepas dariku..
Bimbinglah aku..
Berilah waktu untukku..
Waktu tuk mengisi keluhan hatiku..
Waktu tuk menyinari batinku..
Dengan memohon pada-Mu..
Bukalah pintu hidayah-Mu..
Terangilah hatiku..
Sinarilah batinku..
Hingga kedamaian pun..
Kan tinggal di lubuk hatiku
Hanya karena-Mu..
Hanya karena-Mu..
Ya Allah.. kasihi dan sayangilah aku..
Amiin..





Dikala batin berkabut..
Dikala jiwa penuh awan menggemuruh..
Dikala kepahitan hidup..
Melanda jiwa raga kita..
Dikala lukisan hitam t’lah menggores kehidupan ini..
Berlalu..
Waktu pun terus berlalu..
Lihatlah ke belakang
Lihatlah yang t’lah lalu
Apakah yang kita lihat ?
Apakah hidup kita t’lah penuh dengan noda-noda hitam dunia ?
Atau..
Apakah hidup kita t’lah penuh dengan hiasan ?
Renungkanlah semua itu..
Bercerminlah terhadap diri kita sendiri..
Apakah ini ujian ?
Atau..
Apakah ini cobaan ?
Inilah liku-liku kehidupan..
Janganlah hati sayu..
Yakinlah suatu saat..
Kesayuan hati..
Kan bersemi kembali..
Karena Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..









Nikmat..
Nikmat lahiriah
Nikmat batiniah
Nikmat dalam kehidupan dunia fana
Nikmat dari Allah Yang Maha Kuasa
Takkan terhingga
Takkan sampai terhitung
Satu titik pun nikmat
Apakah kita t’lah mensyukurinya ?
Tanyalah hati kita..
Nikmat duniawi
Penuh dengan hiasan
Akankah nikmat duniawi hanya di dunia saja ?
Tidak..
Ada satu nikmat duniawi
Yang sangat tinggi derajatnya
Nikmat yang kan menemani kita
Hingga akhir kehidupan dunia t’lah tiba
Kan selalu mengiringi kita
Hingga kehidupan abadi..
Nikmat Iman dan Islam
Itulah harapan kita semua
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya.. Amiin.
























Waktu terus berputar
Siang pun t’lah berlalu
Malam pun t’lah datang
Kegelapan pun t’lah tiba
Dikala malam..
Dikala ragaku terdiam
Hati ku pun termenung..
Renungan hatiku..
Hati..
Janganlah engkau kosong
Janganlah engkau hampa
Walaupun ditemani kegelapan malam
Bangunlah engkau
Janganlah bertanya “apakah aku sendiri ?”
Tidak..
Jiwa dan raga
Takkan pernah sendiri
Satu detik pun waktu
Lahiriah dan batiniah
Takkan pernah sendiri
Dikala waktu terus berjalan
Kita takkan pernah sendiri
Ingatlah akan hal itu
Jikalau jiwa raga pun selalu mengingat Allah..
Lahiriah kita..
Batiniah kita..
Takkan pernah berkata “Sendiri”
Semoga Allah kan selalu menemani kita semua.. amiin.





Dikala malam t’lah berlalu
Pagi pun t’lah datang
Sujud syukur kepada-Mu
Hembusan udara pagi masih dapat kuraih
Awalilah pagi penuh dengan senyuman batiniah yang tulus
Awalialah setiap langkah dengan senyuman penuh
kasih sayang
Untuk hari ini
Untuk esok
Dan untuk selamanya
Tautkanlah selalu hati
Tegakkanlah selalu hati
Pada satu zat
Zat Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Allah ‘Azza Wa Jalla






Waktu pun terus berjalan
Jauh sudah kakiku melangkah
Hari demi hari
Umurku bertambah
Untuk kehidupan duniawi
Tapi tidak untuk kehidupan abadi
Puji syukur kupanjatkan pada-Mu
Kesempatan dalam kehidupan dunia fana ini
Masih dapat kuraih
Tak dapat kuhitung
Tak dapat kugapai
Hanya pada-Mulah hamba bersyukur
Semoga dengan bertambah dan berkurangnya umurku ini
Engkau kan selalu membimbing hamba..
Dikala kujalani kehidupan ini
Kehidupan dunia fana
Yang penuh dengan pengorbanan
Karena hidup adalah perjuangan
Itulah yang ingin kuraih
Berjuang dalam kehidupan suka duka
Tuk selalu berada di jalan-Mu
Amiin..





Kehidupan dunia
Penuh dengan pasangan
Pasangan dalam segala hal
Ada baik ada buruk
Ada awal ada akhir
Tatkala akan memulai sesuatu
Janganlah ingat dikala hal itu t’lah berakhir
Tapi awalilah setiap hal
Yang akan kita lakukan
Dengan mengingat-Nya
Setiap perbuatan
Setiap perkataan
Awalilah dengan “ Tasmiyyah “
Batiniah pun kan tentram
Lahiriah pun kan tenang
Ya Allah.. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Lindungilah kami..
Dari kerusakan-kerusakan
Dan dari keburukan-keburukan
Ukhrawi maupun duniawi
Dengan Kemuliaan-Mu Ya Allah..
Dan dengan pertolongan-Mu..
Amiin..










Hembusan sejuk angin sepoi-sepoi
Dedaunan pun t’lah menari
Pancaran cahaya sang raja siang
Dunia pun terang
Selangkah demi selangkah
Gelombang putih pun berjalan
Menghiasi indahnya alam semesta
Percikan air terus menetes
Akar-akar pun t’lah tersiram
Sang mentari pun t’lah menghangatkannya
Seiring berjalannya waktu
Akar-akar pun tersenyum
T’lah membuahkan sekuntum bunga
Penuh goresan warna yang indah
Yang terus bersemi..
Subhanallah..
Ya Allah.. Tuhan Semesta Alam..
Layaknya kisah bunga yang tumbuh berseri
Dalam lubuk hatiku
Bimbinglah hamba
Tanamkanlah akar-akar sekuntum bunga berseri
Dengan selalu menyebut Asma-asma-Mu..
Senantiasa lubuk hatiku
Kan membuahkan secercah sinar
Penuh dengan cahya-Mu..
Aamiin…






















Dikala sang raja siang tlah bangun
Alhamdulillah kupanjatkan puji syukur pada-Mu
Alhamdulillah umurku tlah bertambah untuk kehidupan dunia
Setiap detik, setiap menit..
Tapi tidak untuk kehidupan setelah dunia
Bimbinglah selalu kami Ya Allah..
Tuk selalu berada di jalan-Mu.. Amiin
Dikala umurmu bertambah
Dikala umurmu berkurang
Renungkanlah akan hal itu
Satu detik kehidupan dunia
Setiap engkau melangkah
Syukurilah..
Tautkanlah selalu hatimu..
Pada satu zat Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Allah SWT..
Sepanjang hari umur kita kian bertambah dan berkurang
Semoga dalam hati kita
Selalu terpancar cahaya tuk menuju jalan-Nya
Aamiin…
Lihatlah hal-hal yang tlah lalu..
Tuk dijadikan sebagai satu contoh dan cerminan..
Semoga langkah kehidupan untuk masa depan
Layaknya secerah sang mentari pagi..
Aamiin..








Dari sebuah rumah suci
Sebuah lantunan
Sebuah nyanyian
Setiap waktu
Setiap hari
Kan selalu berkumandang
Dikala kita sedang menghadapi kehidupan dunia
Dikala lantunan itu t’lah bersuara
Berhentilah sekejap untuk kehidupan dunia
Lepaskanlah segalanya
Bangunlah lahir batin kita
Jawablah lantunan itu
Ingatlah pada-Nya
Sentuhlah percikan air
Sucikanlah lahir batin kita
Berserah dirilah pada-Nya
Bersujudlah pada-Nya
Hamparkanlah sebuah sajadah
Tutupilah lahir batin kita
Ingatlah hanya pada-Nya..
Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Semoga amal ibadah kita diterima oleh-Nya..
Amiin..

























Maha Besar Allah
Maha Suci Allah
Engkaulah Maha Segala
Di langit dan di bumi
Ya Allah.. Tuhan semesta alam
Atas kekuasaan-Mu lah
Apa yang kulihat
Apa yang kudengar
Apa yang kurasakan
Apa yang kusentuh
Semuanya adalah milik-Mu
Semuanya adalah hanya sebuah titipan untukku
Untuk kami semua
Ya Allah.. Yang Maha Pengampun
Dikala t’lah kumiliki segala titipan-Mu
Apakah aku t’lah menerimanya dengan benar ?
Sesuai kehendak-Mu ?
Ya Allah.. Yang Maha Mengetahui
Engkaulah Yang Maha Mengetahui segalanya
Tunjukkannlah selalu..
Jalan terang..
Tuk selalu berada di jalan-Mu
Tuk memelihara semua titipan-Mu
Dengan tulus dan ikhlas karena-Mu
Amiin..


















Cinta dan kasih sayang
Itulah dua hal yang sangat kita dambakan
Dimanapun kita

Dikirim pada 25 Januari 2010 di Catatan Harian


Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW !
Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.
Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.
Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.
Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.
Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita

Dikirim pada 20 Januari 2010 di Kisah Orang Shaleh

Oleh: Amirah Nahrawi
Sesungguhnya Islam adalah agama yang adil, mulia dan menyamakan hak. Islam telah menjamin hak para wanita, sebagaimana dia menetapkan padanya beberapa kewajiban. Dan Allah telah Azza Wajalla telah menentukan bagi suami dan istri hak dan kewajiban masing-masing.
Allah Subhanahu Wataala berfirman : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maruf”. (Albaqarah : 228)
Diantara hak-hak istri pada suaminya adalah sebagai berikut :
1. Ridho istri terhadap suaminya
Seorang gadis berhak untuk melihat orang yang datang melamarnya. Diantara haknya juga adalah menerima atau menolak. Jika ia janda, ia tetap mendapatkan hak ini juga. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam : “Tidak boleh menikahkan seorang janda hingga ia diminta persetujuannya dan tidak boleh dinikahkan seorang gadis hingga diminta izinnya. Mereka bertanya : “ Ya Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah menjawab : “ Dia diam”. (HR.Bukhari dan Muslim).
2. Menerima mahar dari suami
Sebagaimana firman Alah Subhanahu Wataala : “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” (Annisa : 4)
Rasulullah juga bersabda : “Sesungguhnya persyaratan yang paling harus dipenuhi adalah apa yang kamu halalkan kemaluan (mahar)” (HR.Bukhari dan Muslim)
3. Dipergauli dengan baik dan bersabar dengannya
Termasuk hak istri adalah suaminya memperlakukannya dengan baik, senagaimana firman Allah Subhanahu Wataala : “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Annisa : 19)
Rasulullah juga bersabda : “Seorang mukmin tidak boleh membenci wanita mukminah (istrinya), jika ia tidak menyukai darinya salah satu perilakunya, maka dia menyukai darinya perilakunya yang lain” (HR. Muslim)
Diriwayatkan oleh al-Imam Bukhari dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam bersabda : “Berwasiatlah kepada istri dengan kebaikan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesuatu yang paling bengkok dalam tulang rusuk adalah yang paling atas. Jika kamu meluruskannya maka akan memecahkannya dan bila kamu biarkan maka ia akan terus-menerus bengkok. Berwasiatlah kepada istri dengan kebaikan”
4. Hak untuk dicumbu dan dimanjakan
Istri berhak untuk mendapatkan hak ini dengan syarat tidak menjatuhkan kewibawaan suami di sisinya. Dia juga berhak mendapatkan hak bersenang-senang dengan hal yang mubah yang bisa menyenangkan hatinya seperti tamasya atau menyaksikan pertunjukkan yang terbebas dari hal yang dibenci oleh Allah Subhanahu Wataala, sebagaimana sabda Nabi Sallallahu Alahi Wasallam : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya dan sebaik-baik mereka adalah yang paling baik terhadap keluarganya” (HR.Bukhari dan Muslim)
5. Cemburu yang proporsional
Di dalam Shahihain dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya Alah Ta’ala cemburu dan orang mukmin juga cemburu. Kecemburuan Allah bila seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan oleh Allah” (HR.Bukhari dan Muslim)
Cemburu yang disyariatkan syaratnya hendaknya jangan berasal dari prasangka yang mendorong untuk melakukan hal yang berlebih-lebihan dalam keraguan, mencari-cari kesalahan dan berburuk sangka, atau berusaha untuk memaksa diri mencari rahasia yang paling tersembunyi. Yang demikian itu bisa merusak hubungan dan mengotori kehidupan dan bisa mengakibatkan terputusnya hubungan.
6. Mendapatkan nafkah dengan adil
Allah Subhanahu Wataala berfirman (kepada para suami) : “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”. (ath-Thalaq : 7)
Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam juga bersabda :
“Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluarga, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan untuk keluarga” (HR. Muslim)
Jangan menjadi pemboros, namun jangan juga kikir. Jangan memberikan makan sendiri tanpa melibatkan anggota keluarga yang lainnya.
7. Menerima pembagian yang adil diantara istri-istrinya
Hendaknya dia adil dalam memberikan nafkah dan bermalam, bila ia memliki lebih dari satu istri. Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam bila ingin bepergian untuk berperang atau yang lainnya beliau mengundi antara para istrinya. Barangsiapa yang keluar pilihannya beliau membawanya.
8. Mendapatkan kepuasan seksual
Istri berhak mendapatkan kepuasan itu. Di dalam hadits yang shahih disebutkan : “Pada budh’ (hubungan dengan istri) salah seorang diantara kalian adalah shadaqah” (HR.Muslim)

9. Penjagaan dan bimbingan agama dengan baik
Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala : “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya” (Thaha : 132)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (at-Tahrim : 6)
Suami wajib mengajari istrinya tentang agama atau mengizinkannya untuk menghadiri majlis ilmu. Waallahu A’lam

Dikirim pada 11 Januari 2010 di Catatan Harian


tasikitaku.blogspot.com

Dikirim pada 31 Desember 2009 di Kisah Orang Shaleh
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

ga da yang lebih...diliputi kekurangan dan keterbatasan hanya cita dan asa yang selalu membuatku semangat tuk menjadi lebih baik aku terlahir dari keluarga yang sederhana. pecinta dan pejuang agama.hari ini aku dihadapkan dengan tangggung jawab untuk meneruskan perjuangan keluarga. sebuah tanggung jawab moral di hadapan Allah.SWT. tapi, disisi lain aku harus belajar lebih keras karena tantangan zaman yang semakin pedas. bagaimana dengan genarasi setelah kami....? itu yang kupikirkan... More About me

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 236.271 kali


connect with ABATASA